Artikel

Hidup Bukan Hanya Berdasarkan Angka-Angka di Sekolah

15.30.00


Selamat datang bulan Juli. Selamat menikmati libur sekolah bagi yang masih sekolah. Dan persiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya bagi yang meneruskan sekolah yang lebih tinggi.

Lalu bagi orang tua bagaimana?

Bagi orang tua yang memiliki anak masih bersekolah di sekolah yang sama, selamat bersenang-senang karena anak-anak di rumah. Tentunya rumah menjadi semakin ramai karena teriakan para ibu  melihat anaknya bertengkar dengan saudaranya. Atau mungkin para ibu semakin cerewet karena melihat anaknya hanya bermain handphone saja. Pasti para ibu mengakuinya hehe.

Motivasi

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain untuk Sukses

21.19.00


Setiap manusia itu sesungguhnya dikaruniai kelebihan masing-masing. Namun, kebanyakan dari kita tidak menyadari akan kelebihan tersebut. Bahkan,  kelebihan tersebut sering tenggelam karena lebih memandang kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Untuk menjadi orang suksespun kita tidak perlu menjadi orang lain, tetapi cukup menjadi diri sendiri.

Sebagai manusia biasa kita tentunya pernah kagum terhadap kesuksesan seseorang entah itu orang yang kita kenal maupun orang yang tidak kita kenal. Terkadang dalam pikiran kita timbul pertanyaan bagaimana ya kok orang itu bisa sukses. Misalkan saja seorang teman sekolah kita tidak pintar dan juga bukan anak orang kaya, tetapi iya punya prestasi di bidang olah raga. Saat melamar pekerjaan dia diterima karena prestasi olah raganya tersebut. Sementara kita tidak ? itu mungkin menjadi pertanyaan kita. Padahal di balik kesuksesan mereka ada masa yang panjang untuk bisa meraih kesuksesan tersebut, sehingga mereka bisa memunculkan kelebihan yang mereka miliki.

Saat melihat di layar televisi banyak artis terkenal kadang memiliki wajah biasa saja, tetapi ia bisa sukses dengan bayaran yang sangat tinggi. Kenapa, mereka bisa terkenal dan bisa meraih kesuksesan tersebut. Jika kita mau mengamati dibalik kesuksesan mereka terdapat jalan yang panjang untuk meraih kesuksesan tersebut.

Setelah kita mengetahui faktor kesuksesan seseorang, tentunya kita menjadi sadar bahwa kesuksesan itu butuh pengorbanan dan waktu yang panjang untuk meraihnya. Dan, tentunya kita tidak harus meniru supaya kita bisa sukses seperti mereka.

Yang perlu  kita lakukan adalah mengamati potensi apa yang sebenarnya kita miliki dan bisa kita kembangkan. Karena setiap orang mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Ada yang pintar olah raga, ada yang ahli komputer, ada yang ahli dalam perdagangan.

Mengenali kelebihan diri sendiri itu penting dibanding iri dengan kesuksesan orang lain. Setelah, kita mengetahui kelebihan yang kita miliki, kemudian kelebihan itu kita asah perlahan. Seiring berjalannya waktu dan kesungguhan dalam mengasah kelebihan kita itu insya Allah akan ada kesuksesan yang akan kita raih.





#onedayonepost
#odopbatch5
#don'tstopwriting








Motivasi

Ubah Ucapan Tidak Bisa Menjadi Belum Bisa untuk Sesuatu yang Belum Pernah kita lakukan

00.54.00


Ucapan itu seperti sebuah doa untuk diri kita sendiri. Saat kita mengucapkan kebaikkan, sesungguhnya kebaikkan itu juga akan kembali pada kita lagi.

Tentunya kita pernah mendapat pertanyaan dari seseorang, bisa tidak melakukan sesuatu pekerjaan yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, apa jawaban yang akan kamu berikan?

Misalnya seorang pelajar yang tahunya hanya sekolah dan belajar. Saat mendapat pertanyaan,"Kamu bisa masa sayur asem tidak?"
Jawaban otomatis dari kebanyakan pelajar  adalah tidak bisa.

Jawaban "tidak bisa" juga banyak diberikan untuk hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Padahal ucapan "tidak bisa" itu seharusnya diberikan setelah kita berusaha melakukan pekerjaan tersebut, namun gagal untuk menyelesaikannya.

Lalu apa perlunya kita mengubah ucapan tidak bisa menjadi belum bisa untuk sesuatu yang belum pernah kita lakukan?
Karena "tidak bisa" dan "belum bisa" itu makna katanya berbeda. "Tidak bisa" berarti kita tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut, padahal kita belum mencoba melakukan pekerjaaan tersebut bisa atau tidak melakukannya. Sementara ucapan " belum bisa" berarti kita memang belum tahu bisa atau tidak mengerjakan pekerjaan tersebut.
Dengan mengucapkan " belum bisa " dengan sendirinya akan mendorong kita untuk mencoba melakukan pekerjaan tersebut.

Karena belum pernah melakukannya, maka dia akan berusaha melakukan hal tersebut dengan cara bertanya pada ahlinya atau mencari informasi dari berbagai sumber. 

Seperti dalam kelas onedayonepost tentang cerita bersambung minimal 10 episode ini, terus terang saya juga belum pernah membuatnya. Membuat cerpen saja bisa berbulan-bulan tidak selesai-selesai. Tetapi saat mendapat tantangan ini saya menyakinkan diri saya bisa. Meski saat awal nulis cerita belum tahu bagaimana jalan cerita selanjutnya, bagaimana endingnya. Tapi saya biarkan mengalir saja, dan Alhamdulillah bisa selesai meskipun banyak kekurangan didalamnya dan belum sempat mengedit lagi, kalau ini mungkin hanya cari alasan saja ya...

Ucapan "belum bisa" bisa menjadi motivasi bagi diri kita untuk melakukan sesuatu hal  yang baru. Dan, ini akan sangat baik untuk menambah ilmu dan pengetahuan kita.
Jadi, mulai sekarang ubahlah ucapan kita kearah yang baik supaya hasil yang didapat juga baik.




#onedayonepost
#odopbatch5

Motivasi

Meremehkan yang Kecil Setelah Mempunyai yang Besar

23.18.00


Uang satu juta tidak pernah bisa dikatakan satu juta jika kurang lima puluh rupiah saja. Penyebutannya akan tetap sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus lima puluh   rupiah. Tetapi, kita sering kali meremehkan uang lima puluh rupiah dengan membiarkannya tercecer di laci atau di kotak khusus recehan.

Motivasi

Dimana pun Tempat adalah Belajar

23.52.00


Pernah berkeinginan untuk mengunjungi suatu tempat kare
na tertarik saat melihat foto seseorang yang bagus sewaktu ditempat itu. Namun, saat kita sendiri sampai ditempat tersebut, ternyata suasana dan keadaannya berbeda jauh dengan foto yang pernah kita lihat. Bagaimana perasaanmu saat itu? Pastinya kamu merasa kecewa dan mungkin menyesal sampai disana. Itu hal yang biasa terjadi.

Mungkin juga kamu pernah berkeinginan untuk bekerja di suatu tempat karena gajinya besar. Setelah kamu benar-benar bekerja di tempat tersebut ternyata suasana pekerjaannya berbeda jauh dengan yang ada dalam pikiranmu sebelumnya. Gajinya memang besar tetapi tenagamu seolah terforsir seluruhya untuk pekerjaan tersebut. Bagaimana perasaanmu? Pastinya lelah hati dan pikiran.

Mungkin tempat-tempat tertentu memang tidak sesuai dengan bayangan kita. Daripada sibuk menyesali keberadaan kita di tempat tersebut coba ambil sisi positifnya. Mungkin tempat yang kita kunjungi tidak seindah foto yang dilihat tetapi coba amati sekitarnya pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil pelajaran. Mungkin sikap orang-orang di tempat itu baik. Atau mungkin perjalanan ke tempat itu yang penuh cerita.

Begitupun saat kita merasa tempat kerja kita tidak nyaman. Mungkin karena jam kerjanya yang penuh sehingga tida ada jeda untuk istirahat. Bos yang marah-marah karena anggaran pengeluaran membengkak. Mungkin saat itu kamu merasa kesal karena sudah capek-capek bekerja tapi masih kena omelan juga. Tapi jika kita mau berfikir secara positif bahwa sebenarnya semua yang terjadi tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi kita. Jam kerja yang penuh mengajari kita untuk mengatur dan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Bos yang marah karena anggaran membengkak mengajari kita untuk mengatur keuangan dengan baik, supaya perusahaan tetap untung. Cara mengatur keuangan ini bisa kita terapkan di keuangan keluarga supaya uang tidak langsung habis.

Kata belajar memang identik dengan sekolah dan pelajaran. Namun, sejatinya belajar itu tidak mengenal  usia, ruang dan waktu. Di manapun kita berada adalah belajar.

Sejatinya setiap tempat mengajari kita hal yang berbeda. Maka, saat berada di suatu tempat yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Cobalah melihat sisi lainnya yang bisa kita pelajari. Bisa dari orang-orangnya, penataan tempatnya, cara kerja atasan kita dll. Karena tempat-tempat yang kita lalui itulah yang nantinya membentuk pribadi kita.



#onedayonepost
#odopbatch5

Motivasi

The Power of "Kepepet"

23.36.00


The power of kepepet berarti kekuatan yang muncul karena keadaan terjepit atau terpaksa (kepepet adalah bahasa jawa yang berarti dalam suasana terjepit). 

Saya yakin pasti banyak yang sudah merasakan ini. Sesuatu yang dulunya tidak mungkin dilakukan karena keadaan terpaksa menjadi bisa dilakukan. Seperti kisah seorang teman perempuan. Dahulu sebelum menikah dia tidak berani naik motor. Setelah menikah pun sama, belum berani naik motor. Hingga sang suami bertugas ganda yaitu sebagai ojek pribadi. Namun, saat sang  suami harus bekerja di luar pulau. Pada awal-awal suami tidak ada diruma dan hendak pergi ke suatu tempat, dia minta tolong saudara. Tapi lama-kelamaan karena tidak enak hati terus-menerus minta tolong, akhirnya dia memberanikan diri untuk belajar naik motor. Dan, ternyata dia bisa. Bahkan, saat ini dia naik motor tidak hanya dilingkungan sekitar saja tetapi sudah sampai ke kota kabupaten.

Di atas adalah cerita temannya. Kalau saya sering mengalaminya. Salah satunya sewaktu Gunung Kelud meletus tahun 2014 lalu, meski tidak tinggal di sekitar gunung. Tetapi abu letusan gunung tersebut menyelimuti seluruh genteng rumah, jalan, tanaman di daerah saya. Alhamdulilah, sehari setelah gunung meletus turun hujan, sehingga mengurangi debu yang berterbangan. Tetapi turunnya hujan ternyata membuat seluruh rumah kebanjiran karena pasir di atas genteng tidak bisa mengalir bersama air hujan. Bahkan pasir tersebut menghambat air hujan sehingga genteng dan talang air tidak mampu menampung.

Tahu apa yang saya lakukan. Saat itu suami ada, tapi dirumah satunya. Sementara kakak saya sudah naik me atas genteng berusaha membersihkan pasir. Waktu itu semua orang sibuk membersihkan rumah masing-masing, jadi tidak mungkin minta tolong pada orang lain. Sementara rumah orang tua saya besar, kalau hanya satu orang yang membersihkan mungkin butuh waktu 2-3 hari. Belum nanti hujan kalau turun lebih deras lagi, bisa-bisa rumah terendam air. Dan, pada akhirnya saya pun ikut naik genteng untuk membersihkan pasir.

Begitulah, saat orang berada dalam keadaan terpaksa, sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan menjadi bisa melakukan. Semua itu karena adanya semangat dalam hati untuk melakukan.

Seperti saat mengikuti Odop ini, terkadang saya bingung mau menulis tentang apa. Sudah ada ide tapi macet tidak bisa meneruskan. Yang saya lakukan adalah tetap meneruskan pekerjaan sambil mencari ide untuk menulis. Dan, alhamdulillah ide itu selalu ada.

Maka, saat kita berada pada suasana yang memaksa, jangan sampai putus asa. Karena, rasa putus asa akan membuat pikiran positif kita tertutup. Tetap lakukan hal positif lain sambil memikirkan jalan keluarnya. Jangan lupa selalu minta bantuan Allah subhana wa ta'ala. Karena tempat sebaik-baiknya meminta hanya pada Allah. 
Keep writing.


#onedayonepost 
#odopbatch5

Motivasi

Belajar dari Kegagalan yang Pernah Menimpa kita

16.38.00


Berapa kali kita pernah merasa gagal, satu kali, dua kali atau beberapa kali. Misanya, gagal dalam ujian sekolah, gagal meraih nilai tinggi, gagal menikah dengan seseorang,  gagal dalam berusaha. Yups, semua orang pernah merasakan sakitnya saat kegagalan itu menimpa diri mereka. Lalu sikap apa yang mereka lakukan? Apakah putus asa? terus menerus menyesali kegagalan tersebut, lalu mentalnya down ataukah segera move on dan segera bangkit dari kegagalan tersebut dengan  cara belajar dari kegagalan yang pernah menimpa.

Motivasi

Saat Waktu Berjalan Lebih Cepat

23.40.00



Detik demi detik berganti menjadi menit. Menit berganti jam. Begitupun jam demi jam kita lewati berganti hari. Sekarang hari Minggu, besok Senin terus berlanjut ke hari berikutnya, hingga tanpa kita sadari sudah sampai lagi Hari Minggu. Waktu 24 jam satu hari dan 7 hari seminggu itu terasa berjalan lebih cepat. 

Saat ini anak-anak kita masih anak-anak, tanpa terasa seiring berjalannya waktu anak sudah masuk sekolah mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar berlanjut ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Waktu yang berjalan lebih cepat ini diakibatkan oleh kemajuan teknologi dan komunikasi Semarang ini. Saat ini seolah manusia dimanjakan oleh alat-alat elektronik, mulai dari rice cooker, mesin cuci dan peralatan lainnya. Daerah yang dulu dicapai berbulan-bulan sekarang bisa ditempuh hanya dalam hitungan jam. Kabar yang dulu ditunggu hingga berminggu-minggu sekarang hanya hitungan menit bahkan mungkin detik melalui telepon atau internet.

Kemudahan-kemudahan yang ada saat ini banyak melenakan manusia akan waktu. Seringkali kita banyak menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Padahal waktu yang telah berlalu tersebut tidak bisa terulang lagi. Dan, yang tertinggal hanya penyesalan kenapa waktu itu saya tidak melakukan ini dan itu.

Seiring bergulirnya waktu ya berjalan lebih cepat mari kita gunakan waktu yang ada untuk kebaikan. Sehingga tidak ada penyesalan saat kita tua nanti.


#onedayonepost
#odopbatch5

Motivasi

Saat Menikah Muda Menjadi Pilihan

00.06.00



Umur tidak menentukan tingkat kedewasaan seseorang. Bisa jadi umurnya lebih muda, namun mempunyai pemikiran yang dewasa, disebabkan Karena pengalaman hidupnya. Begitu juga sebaliknya, orang yang telah berumur kadang mempunyai sifat kekanak-kanakan, karena sejak kecil dia dimanjakan orang tuanya. Hal ini juga berlaku dalam pernikahan. Karena menikah itu membutuhkan kesiapan baik mental maupun spiritual. Jadi bisa saja umur sudah dewasa namun belum menikah. Ada yang masih muda namun sudah memutuskan menikah. Kalau kamu termasuk yang mana?

Lalu sebenarnya berapa usia ideal seseorang itu untuk menikah? Menikah adalah menyatukan dua keluarga untuk membentuk keluarga baru. Secara biologis reproduksi wanita itu paling subur adalah usia 20-30 tahun. Sementara untuk laki-laki usia 25-40 tahun. Namun, menikah bukan hanya masalah umur saja.

Begitupun dulu saat saya memutuskan menikah di usia 23 tahun. Banyak yang menyayangkan keputusan saya tersebut. Menurut mereka, kenapa menikah terlalu muda? Belum puas menikmati masa muda kok menikah. Pekerjaan juga belum mapan. Dan, tentunya banyak pula yang patah hati tapi tidak sampai bunuh diri( soal ini skip aja he he)


Memang kondisi saya saat itu pun masih belum mapan, baik secara psikis maupun materi. Namun, pikiran saya jauh ke depan. Saya berfikir jika  menikah di umur ini, belum tentu Allah segera memberi kepercayaan kami momongan. Bisa saja kami tidak langsung diberi momongan. Misalkan saja saya mempunyai anak umur 25, berarti 15 tahun kedepan saat anak saya lulus SMP, usia saya Sudah 40 tahun. Membayangkan usia 40  waktu itu sudah tua, di mana kemampuan fisik tentu saja sudah menurun, padahal dari segi kebutuhan biaya, masa-masa ini paling banyak dibutuhkan biaya untuk anak sekolah.

Alhamdulillah sudah lebih 10 tahun menikah kami tetap di jalan yang sama. Bukan berarti selama pernikahan kami tidak ada masalah, banyak sekali masalah yang kami hadapi. Tetapi, Alhamdulillah saya mempunyai dua keluarga eh tiga keluarga yaitu keluarga kecil saya sendiri, keluarga dari pihak suami dan keluarga dari pihak saya sendiri, yang sangat membantu baik moril maupun spirituil. Sehingga keluarga kecil kami tetap utuh.

Menikah muda memang butuh pertimbangan matang. Niatkan semua karena Allah, sehingga Allah pun kelak akan membuka jalan dari kesulitan yang kita hadapi.





#D22
#onedayonepost
#odopbatch5

Motivasi

Pentingnya Sugesti Positif bagi Diri Sendiri

23.54.00


Setiap orang itu sebenarnya memiliki kelebihan masing-masing. Namun, terkadang kelebihan itu tenggelam karena pikiran-pikiran negatif dari pribadi itu sendiri. Untuk itulah penting sekali kita mensugesti positif diri sendiri.

Sugesti berarti berasal dari kata serapan Bahasa Inggris suggestion. Kata ini mengacu pada kata harfiah yaitu "memberi saran". Sugesti bisa berasal dari diri sendiri maupun orang lain. Namun, lebih baik adalah sugesti pada diri sendiri.

Dengan mensugesti diri sendiri akan tumbuh rasa percaya diri yang kuat. Misalkan saja dua orang lansia. Satu berumur lebih tua tapi masih terlihat sehat dan enerjik. Sementara yang lebih muda terlihat kurang sehat dan wajahnya layu. Ternyata lansia yang tua selalu mensugesti diri sendiri kalau saya masih muda dan sehat. Sehingga membawa efek ke fisik dan pikirannya juga. Sementara yang lebih muda selalu berpikir kalau dia sudah tua dan tidak berguna lagi. Hal ini juga berakibat pada fisik ikut tidak sehat.

Sugesti pada diri sendiri ini juga bisa diterapkan dalam banyak hal. Sehingga sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan menjadi mungkin dilakukan. Seperti mengikuti one day one post atau ODOP juga perlu mensugesti diri sendiri bahwa kita mampu mengikuti sampai akhir program. Dengan terus mengulang sugesti tersebut akan tumbuh semangat untuk bisa menyelesaikanya sampai akhir program.

Tetap semangat peserta Odop batch5. Yakinilah diri kalian sendiri akan mampu mengikuti program ini sampai akhir. Amin.

#D15
#onedayonepost
#odopbatch5


Motivasi

Saat Jodoh Tak Kunjung Datang

14.35.00



Masalah jodoh itu gampang-gampang susah. Ada yang bertemu jodohnya di saat tepat waktu yaitu sudah siap baik segi materi maupun mentalnya. Ada yang bertemu jodohnya terlalu cepat atau waktu masih muda dan belum siap secara materi maupun mental. Namun, ada juga yang sebaliknya, sudah siap mental dan materi namun jodoh tak kunjung datang hingga usia sudah  tidak lagi muda.  Serta ada pula yang sudah bertemu jodoh namun karena suatu masalah akhirnya berpisah. Alhamdulillah jodoh saya sudah bertemu sejak tahun 2002 lalu dan semoga bisa langgeng. Amin. Jadi teman-teman tidak perlu mencarikan  jodoh buat saya, hhhehhe(yang ini skip).

Motivasi

Harta Tahta Wanita Sumber Keberhasilan dan Kehancuran Lelaki

00.36.00


Bagi sebagian lelaki harta, tahta dan wanita adalah segalanya. Hingga untuk mendapatkan ketiganya segala macam cara ditempuh, entah itu caranya benar atau salah.

Banyak lelaki yang sukses karena harta, tahta dan wanita. Namun, banyak juga yang jatuh terperosok karena ketiga hal tersebut.

Motivasi

Saktinya Pesan "Hati-Hati"

00.25.00


Saat kita hendak pergi, orang tua selalu berpesan hati-hati di jalan. Saat kita bekerja juga sering terdengar kata-kata "hati-hati".

Pesan ini ternyata tidak hanya diberikan orangtua kepada anaknya saja. Tapi juga diberikan pada adik, keponakan, teman. Bahkan bisa kita dapatkan dari orang yang belum kenal dengan kita sama sekali.

Motivasi

Mimpi Bisa Mengubah Keadaan

08.47.00


"Bermimpilah setinggi langit", kalimat ini sering kita dengar sejak kecil. Yups, kalimat motivasi ini memang mendorong kita untuk bercita-cita atau bermimpi setinggi mungkin. Karena berawal dari mimpilah keadaan kita bisa berubah.

Pages

Like us on Facebook

Flickr Images