Khasanah Islam

Sirup dan Bukber dalam Ramadan

15.44.00

Punya hutang itu rasanya nano-nano seperti permen saja. Meskipun itu hanya hutang tulisan. Ceritanya ODOP mengadakan RWC (Ramadan writing Challenge) untuk menerima anggota odop batch 6 tanpa perlu waktu dua bulan menulis. Anggota odop memang tidak diwajibkan untuk mengikuti, namun sebaiknya juga turut berperan serta. Di mana setiap harinya ada kata kunci untuk menulis. Berhubung banyak hal maka nulisnya dihutang-hutang.



Untuk Ramadan pertama kata temanya adalah Sirup. Tentunya semua orang sudah mengenalnya. Iklan berbagai jenis sirup sudah memwarnai media elektronik semenjak dua bulan sebelum puasa. Ya,  puasa dan idul fitri memang selalu lekat dengan minuman ini.

Sirup sendiri menurut arti katanya mempunyai dua versi yaitu yang pertama air gula yang agak kental, terkadang diberi esens dan diwarnai; setrup. Sementara arti yang kedua adalah merupakan obat berbentuk cairan berasa manis.

Sirup dalam bulan Ramadan memang sudah hal biasa. hampir tiap rumah memang menyediakan minuman ini sebagai minuman praktis. Tinggal menambahkan air dan es batu dan beberapa sendok sirup maka jadilah minuman dingin yang menyegarkan tenggorokan.


Bukber merupakan kata tema untuk ramadan hari kedua. Bukber sendiri merupakan singkatan dari buka bersama. Istilah ini awal mulanya digunakan oleh anak-anak muda saat mengadakan buka bersama dengan teman-temannya.

Namun, seiring berkembangnya jaman, istilah bukber tidak hanya digunakan oleh kaum muda saja tetapi juga digunakan oleh semua kalangan usia mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Bukber yang dimaksud ini bukan acara buka bersama yang rutin dilakukan dengan keluarga. Tetapi kegiatan ini mengacu pada acara buka puasa dengan teman, bisa teman sekolah, teman kerja atau dengan relasi lainnya.

Sekarang ini acara bukber memang sudah sangat familiar. Acara ini memang bisa merekatan kembali tali silahturahmi antar teman yang sudah jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Selain itu bisa juga untuk menumbuhkan rasa solidaritas dalam berpuasa.




#RWCODOP2018
#onedayonepost
#komunitasodop

Khasanah Islam

Makanan yang Perlu di Konsumsi dan Dihindari saat Puasa

11.55.00

Foto : Pinterest

Alhamdulillah, bisa bertemu lagi dengan Ramadhan. Bulan penuh berkah yang ditunggu-tunggu umat Islam diseluruh penjuru dunia. Ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Namun, amal kebaikan lain juga termasuk ibadah, yang pahalanya akan dilipat gandakan. Supaya bisa menjalankan ibadah selama Ramadhan dengan  khusyu', perlu diperhatikan makanan yang dikonsumsi dan dihindari selama puasa.

Selama bulan Ramadhan pola makan kita berubah karena menjalani puasa. Saat siang perut kita dalam keadaan istirahat atau kosong. Saat bedug maghrib terdengar, maka organ pencernaan kita mulai bekerja lagi. Supaya tetap segar dan tidak lemas saat menjalani ibadah puasa, perlu diperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Khasanah Islam

Keutamaan Hari Jum'at

00.22.00


Dalam islam, semua hari itu baik. Tidak ada hari  buruk. Bahkan, dalam satu minggu ada satu hari yang diutamakan atau  diistimewakan, yaitu Hari Jum'at.

Keistimewaan Hari Jum'at dibanding hari lainnya adalah
1. Pahala kebaikkan dilipatgandakan
Jika kita berbuat kebaikan di hari ini akan mendapat balasan pahala berlipat.

2. Waktu mustajab untuk berdoa
Jika kita berdoa di hari ini, kemungkinan doa kita untuk dikabulkan lebih besar.

3. Merupakan pembeda antara umat Muslim dan non muslim.
Hari Jum'at merupakan hari raya mingguan umat muslim. Di mana kaum lelakinya diwajibkan untuk melaksanakan sholat Jum'at.

4. Hari datangnya kiamat
Kiamat itu pasti datang, hanya soal waktu. Menurut beberapa hadist menyebutkan bahwa kiamat akan terjadi di Hari Jum'at, sehingga umat manusia dianjurkan memperbanyak amalan di hari itu.

Untuk meraih beberapa keistimewaan di Hari Jum'at tersebut ada hal-hal yang perlu di lakukan yaitu :
1. Memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad Shollahu a'lai wassalam.

2. Memperbanyak bacaan istighfar dan bacaan dzikir yang lain.

3. Membaca Surat Al-Kahfi




Khasanah Islam

Sulitnya Mengenalkan Bahaya Riba pada Masyarakat

23.56.00


Gaya hidup masyarakat modern saat ini, membuat orang berlomba-lomba dalam usaha untuk mencukupi kebutuhan. Segala cara ditempuh demi mengejar gaya hidup modern. Dan, saat pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran, salah satu cara yang banyak ditempuh adalah meminjam uang di lembaga keuangan.

Dengan iming-iming bunga ringan dan angsuran jangka panjang membuat banyak orang berdatangan ke lembaga keuangan untuk meminjam uang. Belum lagi cara pemilikan barang yang bisa dicicil meski harga jatuhnya nanti bisa dua kali lebih besar dari harga asli tidak membuat orang mengundurkan niat memiliki barang tersebut.

Padahal semua jenis transaksi di atas sudah masuk riba. Pengertian riba menurut bahasa adalah "ziyadah". Sedangkan menurut istilah syara', riba adalah bunga uang(pinjaman) atau nilai lebih dari pertukaran barang.

Larangan melakukan riba sudah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 276 yang artinya:"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa".

Saya sendiri dahulu juga pernah mengalami dosa riba. Karena tergiur seorang teman yang meminjam uang di bank dan kelihatannya lancar-lancar saja. Akhirnya saya pun ikut-ikutan meminjam uang untuk menambah modal usaha. Padahal waktu itu saya sendiri masih mempunyai simpanan sebesar uang yang saya pinjam. Pikir saya waktu itu uang simpanan biar tetap simpanan. Untuk usaha memakai uang bank. Dan, ternyata perkiraan saya waktu itu meleset. Ada saja kendala dalam usaha. Pikiran tidak tenang, yang ada dalam pikiran bagaimana supaya bisa bayar angsuran itu. Beruntung saya tidak sampai menjual asset yang saya miliki. Mulai saat itu saya berjanji tidak akan berhubungan lagi dengan yang namanya riba.

Setelah kejadian itu, semua saya pasrahkan kembali pada Allah. Ternyata matematika Allah itu tidak pernah berbohong. Bahwa dari sebagian dari harta yang kita dapat ada hak orang lain. Setelah saya menerapkannya Alhamdulillah kemudahan-kemudahan saya dapatkan, mulai dari usaha saya yang lancar baik dari segi produksi maupun pemasaran. Dan saya dipertemukan dengan para penulis hebat di beberapa komunitas, inipun merupakan berkah tersendiri bagi saya.

Apalagi setelah bergabung dengan group Facebook Belajar Wirausaha Bareng Saptuari, saya semakin mengetahui tentang bahaya riba.

Namun, saat saya berniat mengingatkan seorang teman tentang bahaya riba, teman yang lain menimpali " bagaimana mau maju kalau tidak meminjam uang di bank". Ungkapan-ungkapan seperti itulah yang mendorong riba semakin sulit dihindari. Belum lagi demi meningkatkan prestise banyak yang memilih terlihat wah daripada sewajarnya.



#D16
#onedayonepost
#odopbatch5

Khasanah Islam

Surat Al-Waqiah sebagai pembuka pintu rejeki

00.27.00


Rejeki seluruh mahkluk hidup di dunia ini telah dijamin keberadaannya oleh Allah SWT. Meskipun telah ada jaminan rejeki bukan berarti kita cukup duduk diam menunggu datangnya rejeki tersebut. Hendaknya kita berusaha menjemput rejeki tersebut dengan bekerja dan berihktiar. Salah satu ikhtiar yang sering dilakukan adalah membaca Surat Al- Waqi'ah sebagai pembuka pintu rejeki.

Kenapa kita dianjurkan membaca Surat Al-Waqi'ah bukan surat yang lain. Hal ini berdasarkan sabda Rosulullah yang berbunyi :"Barang siapa membaca Surat Al Waqi'ah setiap malam, dia tidak akan menderita kemiskinan selama-lamanya."(HR. Abu Ya'la dan Ibnu Asakir).

Dengan membaca surat Al Waqiah setiap malam jiwa kita akan merasa tenang dan dijauhkan dari rasa takut selain kepada Allah SWT. Dengan memahami isi surat ini kita akan merasa kuat dan dijauhkan dari sifat bergantung kepada manusia lain. Satu-satunya tempat bergantung dan memohon adalah Allah Subhanahu Wa ta'ala.

Menurut pengalaman saya sendiri yang telah mencoba membaca Surat Al Waqiah setiap hari, meskipun waktunya belum bisa teratur banyak sekali keuntungan membaca Surat ini.

Dengan sering membaca kita lama kelamaan akan hafal surat ini. Sementara untuk rejeki,  Alhamdulillah lancar. Rejeki yang saya maksud bukan berarti saya langsung mendapatkan uang dalam jumlah besar. Tetapi rejeki itu dalam bentuk kesehatan, kemudahan dalam bekerja, Serta dipertemukan dengan teman-teman  yang baik.

Bahkan datangnya rejeki itu memang tidak terduga, salah satunya yaitu saya berkeinginan untuk beli sepatu baru, tetapi untuk mengambil uang jatah simpanan masih mikir-mikir dulu. Pikir saya sepatu juga masih bisa dipakai, nunggu nanti saja kalau ada sisa jatah bulanan baru beli. Dan ternyata tanpa saya sangka dan duka tahun baru kemarin saya dapat amplop merah dari bos saya yang isinya uang seharga sepatu yang ingin saya beli. Bahkan masih sisa, yang sisa uangnya masih bisa saya belikan satu stel baju untuk anak saya. Subhanallah wal Hamdulillah.

Hal ini tentu saja makin  membuat saya untuk tidak melewatkan membaca surat Al Waqi'ah setiap hari. Dan berniat mulai merutinkan waktunya. Menurut artikel yang saya baca adalah membaca surat ini yang paling baik waktunya sesudah sholat Subuh dan sesudah sholat Ashar. Semoga saya bisa melakukanya. Amin.

Pages

Like us on Facebook

Flickr Images