Artikel

5 Tahap Budidaya Jamur Tiram

23.34.00


5 Tahap Budidaya Jamur Tiram- Saat menikmati suatu makanan, pernah tidak berpikir bagaimana proses makanan itu dari saat menanam sampai tersaji di hadapan kamu. Atau mungkin, kamu tipe orang yang tidak mau tahu bagaimana makanan itu terhidang, yang penting kamu bisa menyantapnya saja.

Seperti halnya nasi yang kamu makan tiap hari. Beras yang akan dimasak juga merupakan hasil tanam padi sejak menyemai benih. Begitu juga jamur tiram juga memerlukan proses yang panjang untuk sampai siap dimasak apalagi sampai siap konsumsi. Tentunya prosesnya lebih panjang lagi...

Artikel

7 Hal yang Perlu dipersiapkan untuk Budidaya Jamur Tiram bagi Pemula

17.59.00

Foto: Jamur Tiram, sumber: Pinterest

7 Hal yang perlu dipersiapkan untuk budidaya jamur bagi pemula- Rasa jamur tiram yang hampir sama dengan daging ayam dan kandungan protein yang tinggi ,membuat tingkat konsumsi masyarakat terhadap jamur ini meningkat. Dengan meningkatnya minat masyarakat, maka kebutuhan terhadap jamur tiram di pasaran pun juga meningkat. Hal ini tentu saja membuat peluang usaha bagi kita sebagai pembudidaya jamur.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa setiap usaha itu ada dua kemungkinan yaitu untung dan rugi. Bukan saja usaha, tetapi juga setiap keputusan yang kita ambil akan ada efek baik dan buruknya buat kita. Begitu juga dengan usaha budidaya jamur tiram. Sama seperti jenis usaha yang lain ada dua tersebut yang akan kita hadapi selanjutnya.

Dunia Jamur

Analisa Keuntungan Budidaya Jamur Tiram

22.36.00

Foto : baglog Jamur Tiram

Sebelum memulai suatu usaha, sebaiknya diketahui dulu prospek usaha kita beberapa tahun ke depan. Apakah produk yang kita hasilkan nantinya masih dibutuhkan banyak orang ataukah malah ditinggalkan orang.

Dunia Jamur

Komposisi Pembuatan Baglog Jamur Tiram

15.32.00

Seperti halnya tanamanan yang lain, jamur tiram juga memerlukan media untuk tumbuh. Media tumbuh jamur tiram bisa dari batang kayu yang sudah lapuk, serbuk gergaji, jerami padi . Bahkan ada juga yang menggunakan serbuk kardus sebagai media tumbuh jamur tiram.

Media tumbuh jamur biasanya di sebut baglog jamur. Untuk menghasilkan jamur yang berkwalitas dibutuhkan bebarapa fakor yang menunjangnya yaitu :

  • Serbuk gergaji, gunakan serbuk gergaji dari kayu yang tidak keras dan tidak mengandung getah banyak. Biasanya petani jamur menggunakan serbuk gergaji kayu sengon.
  • Bibit jamur tiram yang berkwalitas, mengambil bibit dari petani yang lebih berpengalaman lebih disarankankan karena salah memilih bibit berakibat jamur tidak tumbuh meskipun tumbuh terkadang beratnya tidak sesuai standart.
  • Bekatul, gunakan bekatul yang baru dari penggilingan padi karena bekatul yang lama akan banyak ulat didalamnya dan berakibat pada perkembangan jamur tiram
Komposisi pembuatan baglog jamur antara petani satu dengan yang lain berbeda menurut keyakinan masing-masing. Berikut ini komposisi pembuatan baglog jamur tiram menurut pengalaman saya sebagai petani jamur tiram. Untuk pembuatan 100 baglog jamur tiram dibutuhkan :
  • 3 karung serbuk gergaji
  • 10 kg bekatul
  • 1,5 kg kapur CaCO3
  • Bibit jamur tiram
  • Plastik baglog ukuran 18x35x0,4
Cara pembuatan baglog jamur tiram :
  • Aduk serbuk gergaji, bekatul dan kapur sampai tercampur rata. Tambahkan air aduk lagi sampai rata. Untuk melihat kecukupan air bisa dengan mencoba mengepal adukan, bila adukan dikepal tidak lepas berarti kadar air cukup. Tetapi bila dikepal lepas berarti kadar air kurang. Usahakan jangan sampai dikepal keluar air karena itu berarti kadar air terlalu banyak dan akan menyebabkan miselium jamur merambatnya lambat.
  • Setelah tercampur rata kumpulkan adukan menjadi gundukan, kemudian tutup dengan terpal dan biarkan semalam.
  • Besok pagi adukan ini sudah bisa dimasukkan ke dalalm plastik baglog.

Dunia Jamur

Memilih Jamur Tiram Sebagai Usaha

18.09.00




Banyak teman, saudara selalu bertanya kenapa saya memilih budidaya jamur tiram sebagai bentuk usaha. Bukankah banyak jenis usaha yang bisa dipilih seperti berdagang atau beternak hewan. Mereka juga bertanya darimana saya belajar budidaya jamur tiram, karena yang mereka tahu selama ini saya merantau. begitu sampai di rumah kok langsung budidaya jamur tiram.

Awalnya sih memang tidak punya pikiran untuk budidaya jamur tiram. Begitu pulang dari Hong Kong tahun 2012 lalu, yang ada dalam pikiran saya adalah punya usaha, apapun bentuk usahanya. Supaya saya punya kesibukan dan terutama punya penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Pada mulanya sih ingin usaha di bidang peternakkan ayam, meneruskan usaha orang tua yang kolaps akibat krismon tahun 1998 lalu. Pertimbangan ini saya ambil karena kandang ayam yang dulu juga masih ada tinggal memperbaiki saja, hal ini tentu saja bisa mengurangi biaya untuk modal usaha.

Tetapi mengingat sekarang di sekeliling kandang ayam adalah rumah tetangga, saya memutuskan tidak jadi memelihara ayam. Kan tidak mungkin saya yang menikmati hasilnya, sementara tetangga setiap hari mengeluh karena polusi udara yang ditimbulkan.

Akhirnya saya mulai surving lagi di internet, jenis usaha apa yang bisa dijalankan dengan tetap memafaatkan kandang ayam tersebut. Entah kenapa ketika membaca artikel mengenai jamur tiram, saya merasa tertarik untuk budidaya. Untuk menambah pengetahuan saya membeli beberapa buku tentang budidaya jamur tiram.

Setelah mengetahui gambaran tentang jamur tiram, baik tentang manfaat dari jamur tiram bagi kesehatan maupun hasil apa yang didapat dari budidaya jamur  dan gimana prospek ke depannya. Kemudian saya mulai mencari tahu di lingkungan sekitar, siapa saja yang pernah berkecimpung di dunia jamur tiram. Ada beberapa memang yang pernah budidaya jamur tiram dalam skala kecil dan mereka memang gagal. Hal ini juga yang membuat suami ragu untuk memulai usaha ini.

Tetapi karena hati ini sudah mantap untuk budidaya jamur tiram, saya yakinkan suami bahwa apapun bentuk usaha atau pekerjaan pasti ada resikonya. Tetapi jika punya niat dan kemauan pasti kita mampu mengatasinya.

Akhirnya dengan niat Bismillahirrohmannirrohim kami sepakat untuk budidaya jamur tiram. Beruntungnya ada tetangga yang sudah budidaya jamur terlebih dahulu jadi bisa tukar pendapat tentang jamur.

Pada awal budidaya jamur tiram saya memilih menjadi petani binaan, di mana untuk baglog jamur saya masih membeli dari tetangga tersebut. Pertimbangan ini saya ambil untuk mempelajari karakteriktik  jamur tiram, bagaimana tumbuhnya, cara perawatannya. Karena selama ini belum pernah memelihara. Dengan begini saya bisa setiap saat bisa bertanya kepada penjual baglog, kenapa jamur saya kok begini dan begitu.

Setelah dua kali periode akhirnya saya memberanikan diri untuk memulai membuat baglog sendiri. Dengan membuat baglog sendiri tentu saja akan mengurangi biaya pembelian baglog dan tentunya laba yang diperoleh juga akan bertambah. Itulah awal mula saya mulai budidaya jamur tiram, untuk cerita mengenai jamur tiram  disambung lain waktu. Untuk yang belum punya usaha segera memlih jenis usaha sebagai pegangan.








Pages

Like us on Facebook

Flickr Images