Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Mudah Baper Supaya Hidup Nyaman


Jangan Mudah Baper Supaya Hidup Nyaman

Ada orang bisik-bisik, baper. Ada orang mengunggah status di media sosial, baper. Dikit-dikit baper. Selalu berfikir mereka berbisik membicarakan diri kita. Kemudian pusing dan sering merenung diri. Makanya hidup itu jangan mudah baper supaya hidup nyaman.

Baper merupakan sebuah kata atau diksi yang umumnya digunakan oleh anak muda. Meskipun sering digunakan oleh anak muda, bukan berarti generasi tua tidak boleh mengetahui artinya lho. Justru sebagai orang tua, kita perlu mengetahui berbagai istilah yang digunakan oleh anak muda. Supaya kalau kita ngobrol dengan anak muda, kita bisa nyambung.

Pengertian baper

Baper berasal dari suku kata “ba” dan “per”. Ba singkatan dari ‘bawa’ dan per dari kata ‘perasaan’. Jadi baper merupakan singkatan dari ‘bawa perasaan’

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baper berarti berlebihan atau terlalu sensitif dalam menanggapi suatu hal. 

Baper biasanya dikaitkan dengan perasaan suka terhadap seseorang. Tetapi, sebenarnya baper tidak hanya sebatas itu saja. Baper bersifat luas, berhubungan dengan lingkungan di mana kita berada. Bisa di sekolah, rumah, tempat kerja. Bahkan bisa juga terjadi di tempat umum.

Cara tidak mudah baper

1. Tingkatkan rasa percaya diri

Salah satu penyebab mudah baper adalah kurangnya rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang rendah akan membuat kita berpikir negatif terhadap diri kita. Misalnya saja merasa tidak tidak pintar padahal teman-teman yang lain semuanya pintar dan sering juara kelas.

Untuk mengatasi mudah baper tersebut, kita perlu melatih rasa percaya diri terhadap segala apa yang dimiliki maupun dicapai. Tanamkan dalam diri bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Mungkin nilai kita tidak sebagus teman-teman, tetapi kita juga pasti memiliki kelebihan di bidang lainnya. Misalnya lebih mahir dalam bidang olahraga. Tunjukan kalau kita berharga juga.

2. Bersikap cuek

Sikap cuek dapat membantu mengatasi rasa baper. Misalkan ada seorang teman yang tidak suka melihat diri kita. Tanpa kita tahu apa penyebab teman tersebut tidak menyukai kita. Maka, abaikan dan cueklah dengan teman tersebut. Untuk apa memperdulikan seseorang yang tidak menyukai kita, yang ada hanya akan menambah beban pikiran.

Jika ada salah satu teman tidak menyukai keberadaan kita, maka pergilah dari lingkungan tersebut. Akan ada lingkungan yang menerima diri kita apa adanya. Dan fokuslah dengan apa yang ingin dicapai. 

3. Berhenti overthinking

Overthinking adalah berpikir terlalu berlebihan. Mudah baper salah satu penyebabnya adalah overthinking. Jadi, berhentilah overthinking terhadap apa yang dibicarakan oorang tentang diri kita.

Misalnya saat ada orang yang membicarakan kalau kita dari keluarga biasa saja, makanya tidak bisa sukses, Berhentilah memikirkan perkataan orang-orang tersebut. Dan, buktikan kalau kamu juga bisa sukses meskipun dari keluarga biasa saja.

4. Berlatih berpikir realistis

Berpikir realistis akan menghindari kita dari sikap mudah baper. Berlatihlah secara perlahan untuk menyimpulkan sesuattu secara masuk akal. Jangan, langsung menilai apa yang kita dengar karena bisa jadi kenyataannya berbeda.

Misalnya saja, ada tetangga yang ribut dengan pasangannya. Kalau kita orang yang mudah baper pastinya mengira kalau salah satu pasangan tersebut selingkuh. Berbeda pemikiran kalau kita berpikir realistis, kita akan berpikir kalau pertengkaran dalam rumah tangga itu wajar dan banyak penyebabnya. Daripada mengurusi urusan rumah tangga orang lain, lebih baik mengurusi kehidupan diri sendiri.

5. Biarkan orang berbicara kafilah tetap berlalu

Yah, setiap orang dikaruniai mulut untuk berbicara. Maka, mereka bebas berbicara apapun sesuai keinginan mereka. Dan, kita tidak bisa mengatur orang untuk jangan berbicara ini dan itu. Yang bisa kita lakukan saat ada orang yang membicarakan kita adalah membiarkan saja mereka berbicara. Toh, kalau mereka sudah capek akan berhenti sendiri.

Meskipun kita bebas berbicara, tetapi orang yang baik tentu tidak akan berbicara sembarangan yang akan menyakiti perasaan orang lain. Maka, mulailah dari diri sendiri untuk tidak mudah membicarakan orang lain, apalagi keburukkan mereka. Dengan kita tidak pernah membicarakan orang lain, maka akan semakin sedikit orang yang membicarakan kita.

6. Menyibukkan diri dengan kegiatan

Supaya tidak mudah baper, maka sibukkan lah diri dengan kegiatan positif. Sehingga tidak ada waktu untuk diam dan ngerumpi tanpa ada manfaat. Misalnya yang menyukai menulis, bisa meluangkan waktu luangnya untuk menulis di blog atau yang suka menulis fiksi, bisa menulis novel. Karena menulis selain aktivitas yang menyenangkan juga bisa menghasilkan uang. Bagi yang suka berkebun bisa menanam bunga atau sayur-sayur. Dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

7. Evaluasi diri

Tak selamanya apa yang dikatakan orang itu jelek. Bisa jadi apa yang dikatakan orang ada benarnya dan bisa dijadikan perbaikan diri. Misalnya selama ini kita berpakaian terlalu ketat hingga lekuk tubuhnya terlihat. Banyak orang berbisik-bisik melihat kita. Ada baiknya ubahlah cara berpakaian. Berarti cara berpakaian seperti itu akan menimbulkan pergunjingan banyak orang.

Hidup memang penuh romantika, ada yang sedih ada yang bahagia. Ada yang baper ada yang salting. Hiduplah sewajarnya saja jangan mudah baper supaya hidup nyaman dan damai.


 


 


 


13 komentar untuk "Jangan Mudah Baper Supaya Hidup Nyaman"

  1. menyibukan diri, itu perlu banget
    jangan terlalu over thinking

    BalasHapus
  2. Memang gak semuanya perlu dimasukkan ke dalam hati, jadi mesti pilah pilah yang harus dibaperin.

    BalasHapus
  3. Baper tidak akan mendatangkan hidup bahagia. Cuekin aja yaa apa kata orang.

    BalasHapus
  4. Yaaa.. Apalagi dalam berinteraksi jangan sampai kita baper. Baper bis bikin overthinking juga. Aku setuju dengan beragam Tips di atas. Enjoy aja sih.

    BalasHapus
  5. Tips-tips nya bermanfaat banget untukku yang gampang baper kak. Jadi sadar kalau alasam hidupku tidak bahagia karena gampang baper, apalagi sama urusan dunia. Terima kasih untuk tips-tipsnya kak. Semoga bisa kuterapkan sampai nanti-nanti.

    BalasHapus
  6. Yang paling aku susah hentikan adalah overthinking huhuhuhu. Mungkin next bisa bahas cara mengatasi overthinking.

    BalasHapus
  7. Sepakat, baper hanya bikin kita tambah letoy terus meratapi diri, hempaskan saja baper biarkan dia pergi jauh

    BalasHapus
  8. Menurutku kalau kita kelamaan baper jadi bikin hidup nggak produktif, sih. Karena sibuk dengerin apa kata orang, lupa kalau sebenarnya kita hanya bitih apa kata diri sendiri biar kita nyaman.

    BalasHapus
  9. Bersikap cuek adalah salah satu cara yang aku lakukan sekarang mba, biar deh orang mau berpikir apa, tapi tetep aja namanya cewek pasti suka overthingking. selain cuek, aku juga biasanya menjauhi orang-orang yang membawa efek buruk mbaa, alhamdulillah berhasil jugaa

    BalasHapus
  10. Aku termasuk orang yang baperan kak. Tapi mau berusaha terus mengatur emosi. Sekarang jadi lebih cuek. Cuek ajalah udah yang penting tidak merugikan orang lain. Sama juga diisi dengan banyak kegiatan agar tidak ngerumpi hal-hal yang nggak penting yang ujungnya bisa bikin baperan.

    BalasHapus
  11. Kadang mengundang rasa yang menyentil ketika aku mendapati orang yang baperan. Hhhha, "ih sakjane ya gak ngono banget lah"hhhe. Apa mau di kata karena tiap orang memang beda-beda ya

    BalasHapus
  12. Baper itu berakibat pada overthinking 😂😂😂, cara terbaik adalah menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas biar ga pusing lagi sama hal-hal yang sifatnya perasaan

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah aku sudah melewati masa-masa baper. Sekarang sudah nyaman dg diri sendiri. Tapi memang seharusnya gak cuma kita yg kurang2in overthinking tapi mereka juga belajar peka, hahaha

    BalasHapus